Powered by Blogger.
Showing posts with label Komunikasi. Show all posts
Showing posts with label Komunikasi. Show all posts

Pengertian dan Manfaat media relations Menurut Franks Jefkins


Ilustrasi : Publik Relations/ Google


Membina hubungan baik dengan media suatu keharusan dan tanggung jawab yang di bebankan kepada para Praktisi Publik Relations. menjaga keharmonisan antara perusahaan dan media yang harmonis kewajiban yang tak boleh di kesampingkan. sebab perusahaan dan media salaing membutuhkan. perusahaan membutuhkan media untuk publisitas perusahaan sedangkan media membutuhkan perusahaan untuk mendapatkan informasi yang nantinya di sampaikan kepada khalyak. 

Kegiatan pers relations dapat dimaknakan sebagai suatu hubungan dengan pers relations. maksudnya adalah komunikasi timbal balik yang dilakukan bagian dari humas dan suatu instansi kepada wartawan, yang dilandasi dengan saling pengertian, percaya dan memiliki tujuan untuk memberi informasi. 

Seorang pakar komunikasi yang terkenal di inggris dan amerika. Frank Jefkins, mengatakan, bahwa press relations adalah upaya untuk membangun citra positif suatu organisasi. 

Membangun hubungan pers mempunyai banyak manfaat. seperti :

  1.  membangun kepercayaan timbal balik dengan prinsip saling menghormati dan menghargai kejujuran dan kepercayaan.  
  2. membangun pemahaman mengenai tugas dan tanggung  jawab organisasi dan media.
  3. penyampain informasi yang akurat jujur dan mampu memberi pemahaman kepada publik. 
 Dalam Praktisi humas kegiaatan berhubungan dengan media dikenal dengan Media Relations atau hubungan media. berikut ini pengertian media relations :

Media Relations merupakan kegaiatan yang berhubungan dengan media komunikasi untuk melakukan publisitas atau merespons kepentingan media terhadap organisasi, Lesly (1991 : 7 ).

Media Relations atau hubungan pers ialah usaha untuk mencari publiksi atau penyiaran yang maksimum atas suatu pesan atau informasi humas dalam rangka menciptakan pengetahuan dan permahaman bagi khalayak dari organisasi perusahaan yang bersangkutan, Frank Jefkins (19992 : 98).

hubungan pers (pers Relations) adalah upaya-upaya untuk mencapai publiksi atau penyiaran yang maksimum atas suatu pesan atau informasi humas dalam rangka menciptakan pengetahuan dan pemahaman kepada khalayak dari organisasi atau perusahaan  yang bersangkutan. Barbara Averill secara ringkas menyebutnya dengan publisitas ( Iriantara, 2008).



referensi :

Yuliana, Nina. 2014. Media Relathions. Yogjakarta: Graha Ilmu


Pengertian Publik Relations (PR) Menurut Para Ali

1.        Public Relations (PR) adalah fungsi komunikasi manajemen melalui organisasi yang beradaptasi dengan atau mengelola lingkungan mereka untuk mencapai tujuan tertentu dari organisasi (Kent, 1999). 

2.     Effendy (1999: 20-23) mengatakan PR merupakan sebagai fungsi menajemen dari sikap budi yang berencana dan bersinabungan, yang dengan itu organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga yang bersifat umum dan pribadi berupaya membina pengertian, simpati dan dukungan dari mereka yang ada kaitannya atau yang mungkin ada hubungannya dengan jalan menilai pendapat umum diantara mereka, untuk mengkorelasikan sedapat mungkin kebijaksanaan dan tata cara mereka, yang dengan informasi berencana dan tersebar luas, mencapai kerja sama yang lebih produktif dan pemenuhan kepentingan bersama yang lebih efisien.

3.   Public relantions merupakan penggunaan komunikasi untuk melakukan relasi negosiasi antara kelompok (Botan, 1992).

4.        Hugo A. De Roode dalam Rumanti (2002) mengatakan bahwa PR adalah upaya yang disengaja, direncanakan dan dilakukan terus menerus untuk membangun dan menjaga adanya saling pengertian antar organisasi dengan publiknya: fungsi menajemen yang mengevaluasikan perilaku publik, mengidentifikasi kebijaksanaan dan prosedur organisasi dengan interest publik , dan melaksanankan program tindakan (komunikasi) untuk mendapatkan pemahaman dan pengertian publik : upaya dengan menggunakan informasi, persuasi dan penyesuian untuk menghidupkan dukungan publik atas suatu kegiatan atau suatu sebab: seni dari pengetahuan untuk mengembangkan saling pengertian dan niat baik diantara seseorang, perusahaan atau institusi dan publiknya: serta praktik dan juga seni dalam ilmu sosial untuk menganalisis kecenderungan mereka, menasihati para pemimpin organisasi , dan melaksanakan program yang direncakanakan dari tindakan-tindakan yang akan melayani, baik organisasi maupun interes publiknya.

5.      Michael Turney (2002) mengatakan PR adalah salah satu fungsi menajemen yang membedakan yang lain untuk membantu menetapkan, memelihara komunikasi timbal balik, pemahaman, penerimaan dan kerja sama antara organisasi dengan dengan publiknya. 

Referensi
Alo Liliweri, 2014.sosiologi dan komunikasi organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.


DEFINISI ADVERTISING/ PERIKLAN DAN JENIS-JENIS PERIKLANAN

Dalam bahasa inggris iklan dikenal dengan istilah advertising. Periklanan di definisikan sebagai suatu bentuk komunikasi nonpersonal tentang sebuah organisasi atau produk-produk diperkenalkan kepada khalayak yang sudah di targetkan sebelumnya. Dengan menggunakan media yang besifat massa. Banyak perusahaan maupun sebuah organisasi membidik audien yang menjadi targer pasar dengan tujuan untuk mempromosikan produk-produknya. Mereka memilih media massa karena banyak audien sehingga produk mereka akan lebih dikenal.

Hal ini sangat efisien untuk mencitrakan merek dan daya tarik tersendiri . para pemasang iklan harus pandai dalam menempatkan iklannya. Begitu banyak persaingan sehingga harus ada keunikan dan daya tarik tersendiri mengenai produk. Ciri khas suatu produk seperti kualitas yang di tampilkan akan sangat membedakan produknya dengan pesaing.

Sifat dan tujuan iklan bisa berdeda-beda antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain. Begitu hal dengan konsumen yang menjadi sasaran dari iklan akan berbeda antara suatu produk dengan produk lain. Ada perusahaan yang ingin segera mendapatkan respon langsung terhadap iklan. Ada juga yang ingin membentuk suatu citra positif.

Jenis-jenis periklanan

Sebuah periklanan yang ditampilkan oleh pengelola pemasaran dapat dibedakan menjadi beberapa tingkatan. Untuk lebih jelasnya dapat kita uraikan sebagai berikut.

Iklan nasional

Sebuah perusahaan besar akan menggunkan jam tayang utama (prime time) di televisi untuk memasang iklan mereka secara nasional. Memanfaatkan iklan nasional akan menjadikan sebuah produk di tampilkan dengan mencakup konsumen yang luas. Mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk menginformasikan merek yang diiklankan untuk mendongkrak penjualan. Bukan hanya itu saja tetapi juga untuk mencitrakan produk sehingga para konsumen terpengaruh untuk memilih penawaran mereka.

Iklan lokal

Iklan jenis ini dirancang dengan tujuan memperoleh penjualan secara cepat. Pemasang iklan ini adalah perusahaan pengecer atau perusahaan dagang tingkat lokal. Iklan ini bertujuan untuk mendorong konsumen berbelanja dan mengunjungi toko-toko yang menjadi objek sasarannya. dengan inisiatif khas, seperti lebih murah, lengkap, waktu operasi yang lebih luas dan sebagainya.

Iklan primer dan selektif

Iklan primer di sebut juga dengan primary demand advertising dirancang untuk mendorong permintaan terhadap jenis produk tertentu. Perusahaan pemengang merek produk tertentu menggunakan iklan primer sebagai bagian dari strategi promosi untuk membantu suatu produk , khususnya jika produk itu baru dan manfaatnya masih belum diketahui masyarakat.

Iklan selektif atau selective demand advertising memusatkan perhatian untuk meciptakan permintaan terhadap suatu merek tertentu. Iklan selektif lebih menekankan pada alasan untuk membeli suatu produk.



Referensi

Morrisan MA, 2010. periklanan : komunikasi pemasaran terpadu. Jakarta: Kencana prenada media Group.

Pemahaman Komunikasi dan Budaya, serta Unsur-unsur Komunikasi



Pemahaman komunikasi dan Budaya, serta unsur-unsur komunikasi

                Komunikasi antar budaya terjadi apabila pengirim pesan berasal dari suatu budaya dan orang yang menerima pesannya adalah anggota budaya lainnya. Mereka orang orang yang berbeda baik dalam arti ras, etnik ataupun perbedaan sosioekonomi. Pergolongan kelompok-kelompok budaya ini tidak bersifat mutlak. Sebagaimana para pakar ahli tidak sepakat mengenai entitas,mana yang layak disebut suatu kelompok budaya, semuanya merupakan kelompok budaya alam batas-batas tertentu.
Komunikasi antar budaya sangat sulit dielakkan karena komunikasi ini dapat terjadi kapan pun.
a. komunikasi

           setiap hari manusia tidak dapat sedetikpun untuk tidak berkomunikasi. Mereka berkomunikasi untuk memperoleh kebutuhan mereka untuk mendapatkan informasi. Ada sebuah asumsi bahwa komunikasi berhubungan dengan perilaku manusia dan kepuasanya . bukan hanya itu saja manusia juga selalu melakukan interaksi dengan manusia lainnya sehingga dapat dikatakan manusia tidak dapat dipisahkan dengan yang namanya komunikasi. Komunikasi bagaikan suatu kewajiban dan kebutuhan.

       Sebuah pesan muncul lewat perilaku manusia. Hal ini dapat dilihat ketika seseorang melambaikan tangan, senyum, bermuka masam, menganggukan kepala atau memberikan isyarat. Perilaku ini disebut pesan yang digunakan untukmengomunikasikan sesuatu kepada seseorang.
Sebuah perilaku disebut pesan apabila memenuhi dua syarat. Yang pertama perilaku harus diobservasi oleh seseorang dan yang kedua harus mengandung makna. Dimana setiap perilaku dapat diartikan atau mempunyai arti. Pesan bisa terjadi secara langsung ataupun tidak langsung.

b. unsur-unsur komunikasi

          Definisi komunikasi membahas secara umum tentang bagaimana komunikasi itu terjadi. Hal ini merupakan tujuan dari komunikasi antarpribadi untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan yang kita terapkan dengan segaja. Namun dengan adanya unsur-unsur dalam komunikasi dan beberapa dinamika komunikasi yang terdapat komunikasi inilah yang menjadi batasan dalam berkomunikasi.Sebelum kita lihat unsur-unsur komunikasi akan lebih baikjika kita mengulang apa itu komunikasi ?

            Komunikasi sekarang didefinisikan sebagai proses dinamik transaksional yang mempengaruhi perilaku sumber dan penerimanya dengan segaja menyadari (to code) perilaku mereka untuk menghasilkan pesan yang mereka salurkan lewat suatu saluran (channel) guna merangsang atau memperoleh sikap atau perilaku tertentu. Dalam transaksi harus dimasukkan semua stimulus sadar tak sadar, segaja tidak segaja, verbal dan nonverbal dan konstektual yang berperan sebagai isyarat-isyarat kepada sumber dan penerima tentang kualitas dan kredibilitas pesan.
         Dari definisi tersebut dapat diuraikan bahwa ada 8 unsur khusus komunikasi dalam kontek segaja atau disadari. Pertama adalah sumber (source), dimana seseorang yang menjadi komunikator yang membutuhkan komunikasi. Kebutuhan berbagai informasi atau untuk mempengaruhi sikap dan perilakuseseorang. Kedua penyandian (enconding) , kegiatan internal seseorang untuk memilih dan merangsang perilaku verbal dan non verbal yang dilakukan sesuai dengan aturan-aturan tata bahasa dan sintaksis guna menciptakan suatu pesan. Hasil dari penyandian tersebut lahirlah yang namanya pesan (message) baik verbal maupun nonverbal.

         Unsur yang keempat adalah saluran (channel), yang menjadi penghubung antara sumber dan penerima. Unsur kelima, penerima (receiver), orang yang menerima pesan dari sumber. Kemudian yang keenam yaitu penyandian balik (decoding), proses internal penerima dan pemberian makna kepada perilaku sumber yang mewakili perasaan dan pikiran sumber.

          Unsur ketujuh, respon penerima (receiver respons), suatu pesan yang diterima oleh komunikan sehingga komunikan dapat bergerak sesuai dengan keinginan sumber. Jika pesan direspon sesui atau mendekati keingina penerima dianggap komunikasi itu berhasil. Unsur kedelapan, umpan balik (feed back), informasi yang tersedia bagi sumber yang memungkinkannya menilai keefektifan komunikasi yang dilakukan. (mulyana dan rahmat, 2006).

c. budaya

          Budaya merupakan suatu konsep yang membangkitkan minat. Secra formal budaya diartikan sebagai tatanan pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, nilai, sikap, makna, dan diwariskan dari generasi kegenerasi, yang dilakukan melalui usaha individu atau kelompok. Budaya ini menampakkan diri, dalam pola-pola bahasa dan bentuk-bentuk kegiatan dan perilaku.
Budaya dapat berubah ketika orang-orang berhubungan antara orang dari budaya yang satu dengan budaya yang lainnya. Bahkan terkadang budaya itu bisa jadi hilang disatu tempat dengan adanya interaksi dengan orang lain. Diera modern ini secara gambang dapat kita lihat bagaimana sebuah budaya bercampur serta juga satu budaya hilang.

Referensi;
Dr. H. Ahmad Sihabudin, M.Si. 2011. Komunikasi antarbudaya. Jakarta : PT Bumi Aksara

Lengkap: Hal yang Menyebabkan Pentingnya Komunikasi Antar Budaya dalam Kehidupan Konterporer



Hal yang menyebabkan pentingnya komunikasi antar budaya dalam kehidupan konterporer

          Dalam al-qur’an telah digambarka tentang aneka ragam, bangsa, bahasa dan warna kulit. Pandangan al-qur’an manusia adalah suci dan patut dihormati dan kita sebagai manusia mempunyai kewajiban untuk berbuat sesuai dengan perintah-Nya.

            Firman Allah, “tidaklah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu kami hiasi dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka ragam jenisnya dan diantara gunung-gunung itu ada garis putih dan merah beraneka macam warnanya dan ada pula yang hitam pekat dan demikian pula diantara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya dan jenisnya. Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hambanya, hanyalah orang-orang yang berilmu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Qs. Al Fatir (35) : 27-28).
         
          Yang harus diperhatikan pada ayat diatas yaitu bagaimana tentang warna kulit diantara manusia yang berbeda-beda. Setiap manusia akan ada perbedaan bukan hanya dari kulit. Namun yang harus diperhatikan dari terjemahan kata terakhir “sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hambanya,hanyalah orang-orang yang berilmu. Hal itu menandakan bahwa bertapa berharganya orang yang mmepunyai ilmu. Dalam ayat lain Allah juga menyebut bahwa Allah akan menambahkan beberapa derajat orang yang mempunyai ilmu.

        Keterampilan harus selalu diasah. Memperbanyak skill akan sangat mempermudah untk mengapai cita-cita yang diinginkan. Mengingat bahwa kita diciptakan menciptakan manusia berbeda-beda. Ada laki-laki dan perempuan, hal itu untuk saling mengenal.
Lebih jelasnya bisa kita lihat firman Allah dibawah ini;
“ hai manusia sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

             Jika kita cermati dari ayat diatas bagaimana Allah memerintahkan kita untuk saling mengenal satu sama lainnya. Disitulah adanya interaksi antara seseorang dengan orang lain yang akan tercipta hubungan sosial. Disitulah terdapat tujuan kita untuk saling mengenal satu dengan yang lain. Akan terjalin sebuah komunikasi yang akan mengantarkan manusia untuk menjalin hubungan dengan sesama.Dengan mempelajari komunikasi antar budaya ini akan sangat menguntungkan. Dimana seseorang bisa mengenal dan bisa melakukan hubungan antar budaya, baik ras, bangsa, sosio-kultural, negara maupun agama.

             Ada beberapa faktor menyebabkan pentingnya komunikasi kumonikasi antarbudaya, antara lain mobilitas, pola imigrasi, saling ketergantungan ekonomi, teknologi komunikasi, dan stabilitas politik. Liat Defito (1997).
Referensi;
Dr. H. Ahmad Sihabudin, M.Si. 2011. Komunikasi antarbudaya. Jakarta : PT Bumi Aksara

Lengkap; Manfaat dan Tujuan Mempelajari Komunikasi Antar Budaya


Sekilas dapat dilihat bagaimana pentinganya sebuah komunikasi untuk membangun sebuah hubungan yang baik. Dalam sebuah hubungan komunikasi yang baik akan membuat suatu hubungan akan semakin erat dan juga sebaliknya sangat fatal apabila komunikasi tidak berjalan dengan efektif dampak yang sangat di timbulkan sungguh akannerugikan.

Dapat dilihat bagaimana suatu perang terjadi di sebuah kerajaan Melayu di Indonesia hanya karena sebuah perkara “sepele” . saat angkatan perang penjajah yang berkunjung kekerajaan itu, seorang komandan bule mencium tangan sang permaisuri yang berarti suatu penghormatan. Akan tetapi karena adanya perbedaan persepsi raja marah karena menganggap perbuatan tersebut kurang ajar.

Dari cerita diatas itulah yang disebut komunikasi antarbudaya. Yang di maksud Komunikasi antarbudaya yaitu orang-orang yang berbeda bangsa, ras, bahasa, agama, tingkat pendidikan, status sosial atau bahkan jenis kelamin. Setiap komunikasi kita dengan orang lain sebenarnya juga berpotensi komunikasi antar budaya, karena kita selalu berbeda budaya dengan orang tersebut.

Menurut para ilmuan, mereka sangat mengakui bahwa budaya dan komunikasi. Itu mempunyai hubungan timbal balik, seperti pada dua sisi mata uang. Budaya ini menjadi bagian dari perilaku komunikasi, sehingga komunikasi ini berperan dalam menentukan, memelihara, mengembangkan atau mewariskan budaya.

Setiap budaya yang berbeda memiliki sistem-sistem nilai yang berbeda pula. Oleh sebab itu memahami cara berkomunikasi yang baik sangat penting. Berbicara tentang cara berkomunikasi sungguh tak bisa lepas dari bahasa, aturan dan norma kita masing-masing.

Manfaat mempelajari komunikasi antar budaya menurut gagasan litvin (1997) yaitu, sebagai berikut; 1. Dengan memahami komunikasi antarbudaya akan mengatasi hambatan-hambatan budaya untuk berhubungan dengan orang lain , sehingga kita akan mendapat penghargaan bagi kebutuhan, aspirasi, perasaan dan masalah manusia.

2. pemahaman akan orang lain secara lintas budaya dan antarpribadi adalah suatu usaha yang dilakukan yang sangat membutuhkan keberanian dan kepekaan.

3. pengalaman yang diperoleh dari komunikasi antar budaya dapat menyenangkan dan menumbuhkan kepribadian.

4. keterampilan komunikasi yang diperoleh memudahkan perpindahan seseorang dari pandangan yang monokultural terhadapinteraksimanusia yang pandangan multikultural.

5. perbedaan-perbedaan individu itu penting, namun ada asumsi-asumsi dan pola-pola budaya mendasar yang berlaku.

6. perbedaan-perbedaan budaya menandakan kebutuhan akan penerimaan dalam komunikasi, namun perbedaan-perbedaan tersebut secara arbitrer tidaklah menyusahkan atau memudahkan.


Litvin juga menguraikan beberapa tujuan komunikasi antarbudaya yang bersifat kognitif dan afektif, yaitu:

1. Menyadari bias budaya sendiri

2. Lebih peka secara budaya.

3. Memperoleh kapasitas untuk benar-benar terlibat dengan anggota dari budaya lain untuk menciptakan hubungan yang langgeng dan memuaskan dengan orang tersebut.

4. Memangsang pemahaman yang lebih besar atas budaya sendiri.

5. Memperluas dan memperdalam pengalaman seseorang.

6. Mempelajari keterampilan komunikasi yang membuat seseorang mampu menerima gaya dan isi komunikasinya sendiri.

7. membantu dalam memahami kontak antarbudaya sebagai hal yang menghasilkan dan memelihara wacana dan makna bagi para anggotnya.

8. membantu dalam memahami model-model, konsep-konsep dan aplikasi-aplikasi bidang komunikasi antarbudaya.

9. membantu menyadari bahwa sistem-sistem nilai yang berbeda dapat dipelajari secara sistematis, dibandingkan dan dipahami




Referensi;

Dr. Deddy mulyana, M.A. dan Drs. Jalaluddin Rakmat,2005. M.sc. komunikasi antar budaya: Bandung; Pt Remaja Rosdakarya